IFSC

IFSC

Kamis, 13 Oktober 2016

Jorge Pereyra Diaz (Johor Darul Takzim)

 
Preyra Diaz - JDT FC 11
Woven Scarves
Made in Turkey

Scarvespedia:
Jorge Pereyra Diaz lahir di La Rioja, Argentina. Dia memulai karir profesionalnya dengan Primera B Nacional [2] club Ferro Carril Oeste.
Lanus

Pada 5 Maret 2013, ia menandatangani dengan Lanús. Dia membuat debut dengan 'Granite' pada 13 April, 2013, sebagai pemain pengganti dalam pertandingan liga di mana Lanus mengalahkan All Boys 2-1. [3] Díaz awal pertama kali datang beberapa hari lewat, pada 17 April, dalam Copa Argentina pertandingan melawan Atlético Rafaela. Dengan Lanús, ia membantu mereka memenangkan Copa Sudamericana 2013, berada dalam tim utama dalam pertandingan Akhir pertama melawan Ponte Preta.
Johor Darul Ta'zim
2014

Jorge Pereyra Diaz menandatangani kontrak 3 tahun, dengan tim Liga Malaysia Super Johor Darul Ta'zim pada Mei 2014. Biaya perpindahan dikabarkan menjadi $ 2.000.000 dolar. [4] Dia membuat debut sebagai pemain pengganti pada pertandingan semifinal pertama Piala FA Malaysia menentang Pahang FA. Pada 20 Mei 2014, ia mencetak dua gol untuk membantu Johor Darul Takzim pulang dari ketinggalan 2-0 untuk menang 3-2 melawan Singapore Lions XII di Stadion Jalan Besar. Dia mengakhiri musim ini dengan 15 gol dalam 29 pertandingan liga.
2015

Selama musim 2015, ia mencetak 2 gol melawan Ayeyawady United dalam kemenangan 5-0 pada Piala AFC. Pada 12 Juli 2015, Diaz telah dipinjamkan ke Independiente.
Independiente (Pinjaman)

Diaz hanya membuat 7 pertandingan liga untuk Independiente. Setelah 4 bulan masa pinjamannya, Diaz kembali ke JDT.
2016

Setelah berakhirnya pinjamannya dengan Independiente, Diaz kembali ke JDT untuk Musim 2016.

Diaz merupakan penyerang berbisa bagi tim JDT yang kompatibel disandingkan bersama rekan senegaranya, Juan Martin Lucero. Diaz berhasil mencetak gol-gol menarik sepanjang musim 2016. Dia mencetak gol pertamanya pada musim 2016 ketika meladeni T-Team FC 2-0. Antara lain, ia berhasil mencetak nama selaku penyerang berbisa ketika meledak 1 gol dan 2 assist ketika JDT ronta Ayeyawady United 8-2. Dia juga mencetak gol kemenangan menumpas PKNS FC 2-1 dalam tahap Final Piala FA 2016.

Sejauh September 2016, Diaz berhasil membantu JDT menjuarai Liga Super, Piala Sumbangsih, dan Piala FA. Sejauh 17.09.2016, Diaz telah berhasil mencetak 17 gol dalam Liga Super, 8 gol bagi Piala FA, dan 4 gol bagi Piala AFC.
Jorge Pereyra Díaz
Maklumat peribadi
Nama penuh Jorge Rolando Pereyra Diaz[1]
Tarikh lahir 5 Ogos 1990 (26 tahun)
Tempat lahir La Rioja, Argentina
Tinggi 1.78 m (5 ka 1018 in)
Posisi permainan Penyerang
Maklumat kelab
Kelab terkini Johor Darul Ta'zim
Nombor 11
Kerjaya senior*
Tahun Pasukan Kmncln (Gol)
2008–2013 Ferro Carril Oeste 86 (15)
2013–2014 Lanús 42 (6)
2014– Johor Darul Ta'zim 35 (16)
2015-2016 Independiente (pinjaman) 7 (0)
2016- Johor Darul Ta'zim 12 (7)
sumber:wikipedia.com

Super Mokh-Lagenda Malaysia

  

Super Mokh-Lagenda Malaysia
Knitted Scarves
Made in Turkey
Scarvespedia:
Allahyarham Dato 'Mohamad Mokhtar Dahari [1] (13 November 1953 - 11 Juli 1991) adalah pemain sepak bola asosiasi nasional Malaysia dari Selangor. Dia merupakan salah seorang pemain terbaik di Asia pada dekade 1970an dan terkenal sebagai pemain sepakbola terbaik di Malaysia pada saat itu, seorang legendasepakbola negara. Selama tahun 1970an, beliau mewakili Malaysia sekaligus menjadi tim terhandal dan mengalahkan Korea Selatan dan Jepang.

Dia diberikan julukan Supermokh [2] karena kehebatannya di lapangan, kekuatan dan kemampuannya mencetak gol sepanjang karirnya. Salah satu saat indah Mokhtar adalah ketika ia berjabat tangan dengan Diego Maradona sebelum pertandingan persahabatan antara Selangor FA dan Boca Juniors.
Meskipun tidak diakui di panggung internasional, Mokhtar mencetak 175 gol untuk Selangor, 20 gol dan 13 penampilan di Kwong Yik Bank. Penelitian menunjukkan ia mencetak 5 gol dalam 20 pertandingan di Malaysia. Mokhtar meninggal dunia pada 11 Juli 1991 di Pusat Perubatan Universiti Malaya setelah sekian lama bertarung dengan penyakit saraf.

Karir
Mokhtar Dahari pertama kali bermain untuk Selangor FA di Burnley Youth Cup, yang dimenangkan. Dia kemudian diminta untuk bermain untuk Selangor FA secara teratur. Dia menjadi pemain terhebat di musim pertamanya untuk Selangor. Dia membantu Selangor memenangkan berbagai kejuaraan, terutama Piala Malaysia. Kemudian, ia dipilih untuk bermain untuk tim nasional Malaysia.
Dia baru berusia 19 tahun saat pertama kali bermain untuk tim sepakbola nasional Malaysia di turnamen internasional. Mokhtar membantu Selangor FA memenangkan Piala Malaysia 10 kali dan mencetak 177 gol bersama.

Dia adalah striker terbaik di Malaysia. Permainan pertamanya untuk tim nasional sepak bola Malaysia adalah saat melawan tim sepak bola timnas Sri Lanka pada tahun 1972. Dia telah membantu Malaysia memenangkan medali perunggu Asian Games 1974 dan medali emas SEA Games berturut-turut pada tahun 1977 dan 1979.

Dia juga mencetak gol kemenangan dua kali 2-0 Liga Malaysia XI melawan Arsenal FC dalam pertandingan persahabatan pada tahun 1975 yang menyebabkan rumor menarik bagian klub Inggris kepadanya.
Setelah pertandingan, dia mendapat tawaran dari raksasa Eropa, Real Madrid CF tetapi menolak bergabung karena patriotisme ke Malaysia dan Selangor FA. [3] [4]
Terkenal dengan kecepatan dan ketepatannya, Mokhtar diberi predikat penyerang terbaik Asia oleh majalah World Star Soccer ketika berusia 23 tahun.

Mokhtar terkenal dengan kecepatannya. Auman "Supermokh" dari publik menjadi keharusan. Banyak generasi muda mengidolakan beliau. Bahkan ada yang mencoba meniru gayanya di lapangan. Mokhtar mencetak gol sekali untuk Malaysia dari separuh jalan menentang Joe Corrigan melalui pukulan dahsyat 1-1 melawan Inggris B pada 1978, menggiring babak lalu tim lawan bimbingan Bobby Robson. [7] Meskipun diingat adalah ketika Gordon Hill memuji Mokhtar sebagai Hero Dahari di majalah Shot! dalam kolom beliau setelah kunjungan England B pada tahun 1978.

Prestasi
Klub
Selangor FA
Piala Malaysia (10): 1972, 1973, 1975, 1976, 1978, 1979, 1981, 1982, 1984, 1986
Piala Sumbangsih (3): 1984, 1985, 1987
Liga Super Malaysia (1): 1984

Timnas Malaysia
Pestabola Merdeka (4): 1973, 1974, 1976, 1979
Sea games (2): 1977, 1979

Individu
Olahragawan Kebangsaan 1976
AFC Century Club Award [16]
World Soccer: The Best Asian Striker 1975
Sumber: wikipedia.com



Minggu, 18 September 2016

Ezequiel Gonzalez (Persiba Bantul)


 
 
Ezequiel Gonzales-Persiba Bantul
Knitted Scarves
Made in Indonesia
 
Informasi pribadi
Nama lengkap Ezequiel González
Tanggal lahir 24 Januari 1983 (umur 33)
Tempat lahir La Plata, Argentina
Tinggi 1.82 m (5 ft 12 in)
Posisi bermain Forward
Informasi klub
Klub saat ini Persiba Bantul
Nomor 9
Karier senior*
Tahun Tim Tampil (Gol)
2003-2005 Estudiantes de La Plata 12 (1)
2006-2013 Persiba Bantul 126 (58)
2014 Semen Padang 5 (0)
2014- Persiba Bantul 6 (2)

Playmaker Persiba Bantul Ezequiel Gonzales kian menuai pujian dari pelatih M Basri. Nakhoda tim berjuluk Laskar Sultan Agung ini merasa beruntung memiliki salah satu talenta yang memiliki kualitas di atas rata-rata.
Basri bahkan mengaku sering berandai-andai jika mayoritas pemain yang ditanganinya seperti pemain Eze, sapaan Ezequiel, dirinya merasa yakin Si Merah Persiba dapat melaju ke jalur juara dengan mudah.
“Saya kadang berandai-andai jika pemain saya mayoritas kualitasnya seperti Eze pasti tim ini sangat mudah untuk berprestasi,” ujar eks pelatih PSS Sleman.

Hanya saja, kelemahan yang masih dimiliki pemain asing paling betah berkostum Persiba itu masalah kecepatan saat mengolah bola. Beruntung, skill yang dimiliki Eze mampu menutup kekurangan fatal itu.
Kekaguman terhadap pemakai nomor punggung sembilan itu tak hanya datang dari pelatih saja. Jajaran manajemen Si Merah benar-benar mengapresiasi dedikasi dan loyalitas yang telah ditunjukkan Eze.
Dari segi perilaku yang dimilikinya, Eze juga diapresiasi karena keramahan meski kapasitasnya sebagai pemain asing kenamaan. “Saat bermain emosinya terkontrol, begitu pula saat di luar lapangan ia paling ramah dari sekian banyak pemain asing kami,” ujar Media Oficer Persiba, Ikbal Yustisianto.
Dari karakter yang dimiliki Eze itulah tim selalu mempercayakan ban kapten jika kapten utama, Wahyu Wijiastanto, absen di pertandingan. Keberadaan Eze mampu memberi motivasi bagi para rekannya.
Kelompok suporter Persiba, Paserbumi, pun seakan sudah menjadikan Eze sebagai ikon abadi.

sumber: wikipedia.com & solopos.com

Leggenda Inter La Storia Triplete

Leggenda Inter La Storia Triplete
Knitted Scarves
Made in Poland

Scarvespedia:
Kali ini akan dibahas kesuksesan Inter Milan saat meraih 3 gelar sekaligus dalam satu musim.
Musim 2009/2010 adalah musim terakhir Jose Mourinho di Italia (bersama Internazionale, entah kelak). Mengawali musim dengan buruk, kalah dari Lazio dalam Supercoppa Italiana, The Special One menutup sejarah bersama Nerazzuri dengan luar biasa. Ia sukses membawa Internazionale untuk pertama kalinya melakukan treble juara: Liga Italia, Coppa Italia, dan Liga Champions; gelar yang gagal diwujudkan Mou di klub sebelumnya, Chelsea.

Musim ini, lebih dari 89 juta euro dikeluarkan Massimo Moratti, presiden Internazionale. Ia membeli striker Argentina, Diego Milito, dari Genoa. Tak lupa, sebuah pembelian penting lain, Samuel Eto’o yang dibarter Zlatan Ibrahimovic plus uang 49,5 juta Euro. Gelandang Real Madrid, Wesley Sneijder, juga menjadi belanja akurat Moratti yang biasanya sering membuang uang untuk pemain “kurang berguna”.
Ketika memulai musim dengan berlaga di Cina pada Supercoppa Italiana, secara mengejutkan Internazionale didepak Lazio 1-2. Lima belas hari kemudian, dalam laga awal Serie-A, Nerazzuri cuma bermain imbang 1-1 dengan Bari di kandang sendiri. Pesimisme pun merebak. Apalagi duel berikutnya adalah melawan tim sekota, AC Milan. Mourinho menunjukkan ia memang pelatih spesialis menangani tekanan. Internazionale menang 4-0 dan melaju cukup lancar di Serie-A.
Posisi puncak berhasil didapatkan Nerazzuri di pekan ketujuh, dan bertahan hingga hampir menjelang akhir musim. Petaka terjadi pada pekan 33. Cuma bermain imbang dengan Fiorentina 2-2 di kandang lawan, posisi pemuncak klasemen jatuh ke tangan AS Roma. Beruntunglah, performa Internazionale membaik dalam lima laga sisa dengan meraup semua kemenangan. Roma yang berjuang mati-matian, tak bisa menipiskan jarak 2 poin. Pesta gelar juara Liga tiga kali berturut-turut pada masa Mourinho —dan lima kali berturut-turut secara keseluruhan— terjadi di Siena. Sebuah gol Diego Milito cukup mengunci kemenangan Inter, 0-1 saja.

Di Coppa Italia, Inter kembali berduel dengan Roma di final. Lagi-lagi, Nerazzuri berhasil mengatasi Si Serigala. Berduel di Olimpico, lagi-lagi Diego Milito menjadi pahlawan dengan golnya di menit 40.
Keberhasilan Internazionale di dua kompetisi berlanjut ke tingkat Eropa. Awalnya, Inter sempat menjadi pecundang saat ditekuk Barcelona 0-2 di Camp Nou (kekalahan tertelak Inter musim itu) dan bermain imbang 0-0 di Giuseppe Meazza. Dua pertandingan ini terjadi di penyisihan grup.
Kedua tim kembali bertemu di semifinal. Barcelona yang mesti menempuh perjalanan darat yang melelahkan, dibekap 3-1 di kandang. Lalu, Inter benar-benar bisa membalaskan dendam mereka di babak penyisihan setelah cuma kalah 1-0 di Camp Nou.
Terakhir, di final, menghadapi Bayern Muenchen, kembali Diego Milito yang menjadi pahlawan. Dua golnya mengatasi perlawanan FC Holywood dan menutup masa Jose Mourinho di Italia dengan treble gemilang. Untuk pertama kalinya pula Mourinho mengangkat trofi Liga Champions setelah lima tahun. Gelar pertamanya didapatkan saat masih menangani Porto.

Fakta Internazionale 2009/2010
Serie-A: Juara (poin 82)
Coppa Italia: Juara (menang 1-0)
Liga Champions: Juara (menang 2-0 atas Bayern Muenchen)
Supercoppa Italiana: Runner-up (kalah dari Lazio 1-2).

Skuad Internazionale Milan 2009 / 2010

GOALKEEPER
12. Julio Cesar, telah menjadi andalan Inter Milan sejak beberapa musim terakhir. Dialah palang pintu terakhir tim Nerazzuri. Berkat kejeliannya dan kepemimpinannya di bawah mistar, lini belakang Inter mampu bernafas sedikit lega meskipun bola lepas dari pengawasan mereka. Kiper berusia 30 tahun ini juga merupakan kiper no 1 di Timnas Brazil. Cadangan pengganti dan pelapis goalkeeper di Inter Milan adalah, 1. Fransesco Toldo, 21. Paolo Orlandoni, dan 51. Belec Vid. Melihat nama pelapis Julio Cesar tersebut, sudah seharusnyalah Inter mencari pengganti 2 nama gaek di atas, yaitu Toldo dan Orlandoni. Sedangkan Belec masih terlalu hijau dan belum banyak pengalaman, sehingga jika kiper utama Cesar cedera, gawang Inter akan sangat riskan kebobolan.
Dengan formasi standar 2 winger dan 2 MC, komposisi pemain tengah Inter amatlah memadai. Untuk posisi MR, dapat diisi oleh 7. Quaresma, 10. Sneijder, atau pun Zanetti yang ditarik maju ke tengah. Posisi ML dapat ditempati oleh gelandang energik 11. Muntari atau 30. Mancini. Sedangkan sebagai jangkar, Inter biasa mengandalkan duet 19. Cambiasso dan 8. Thiago Motta. Cambiasso dengan stamina yang tak pernah habis, serta skill individual Motta dapat diandalkan Mourinho untuk membangun fondasi yang kuat di tengah, demi ball possesion yang lebih baik. Tak hanya mereka yang dapat diandalkan, jajaran pemain cadangan Inter siap menopang kinerja lini tengah. Sebut saja pemain berpengalaman 5. Dejan Stankovic dan 14. Patrick Vieira. Adapula 2 tenaga muda yang dapat belajar banyak dari para seniornya, 20. Obi Joel dan 15. Rene Krhin.

MIDDLEFIELDER
Dengan formasi standar 2 winger dan 2 MC, komposisi pemain tengah Inter amatlah memadai. Untuk posisi MR, dapat diisi oleh 7. Quaresma, 10. Sneijder, atau pun Zanetti yang ditarik maju ke tengah. Posisi ML dapat ditempati oleh gelandang energik 11. Muntari atau 30. Mancini. Sedangkan sebagai jangkar, Inter biasa mengandalkan duet 19. Cambiasso dan 8. Thiago Motta. Cambiasso dengan stamina yang tak pernah habis, serta skill individual Motta dapat diandalkan Mourinho untuk membangun fondasi yang kuat di tengah, demi ball possesion yang lebih baik. Tak hanya mereka yang dapat diandalkan, jajaran pemain cadangan Inter siap menopang kinerja lini tengah. Sebut saja pemain berpengalaman 5. Dejan Stankovic dan 14. Patrick Vieira. Adapula 2 tenaga muda yang dapat belajar banyak dari para seniornya, 20. Obi Joel dan 15. Rene Krhin.

FORWARD
Duet 22. Diego Milito, dan mantan bintang Barcelona, 9. Samuel Eto’o sudah hampir pasti bakal menjadi penghuni tetap first 11 Inter. Speed Eto’o dipadu dengan teknik yang amat menawan dari Milito mampu menjanjikan sesuatu yang lebih kepada Interisti. Keaduanya telah membuktikan kualitasnya baik di ajang pre-season lalu, maupun saat liga berjalan. Yang terbaru, duet Milito mampu mengobrak abrik lini belakang Milan di dalam Derby de la Madonnia, dengan 4 gol tanpa balas. Selain itu, ada 18. David Suazo, Marko Arnautovic, dan the Rising Star, 45. Mario Balotelli, yang mampu dijadika n pelapis maupun penunjang sistem rotasi di lini depan Inter Milan.
sumber:wikipedia.com dan sumber lainnya